MAGELANG – Suasana pagi ini di KB-TK IT Asy Syaffa 2 mendadak berubah bak kota suci Mekkah. Ratusan “jemaah haji cilik” yang merupakan siswa-siswi dari kelas Playgroup, TK A, dan TK B tampak memadati area sekolah dengan mengenakan pakaian ihram putih-putih. Ya, hari ini mereka sedang mengikuti kegiatan Simulasi Manasik Haji dan Qurban yang berlangsung super meriah di lingkungan sekolah!


Sejak pagi, riuh suara talbiyah, “Labbbaikallahumma labbaik…” bersahut-sahutan dengan ceria dari mulut-mulut mungil mereka. Meski udara cukup hangat, semangat anak-anak ini tidak surut sama sekali untuk mengikuti setiap prosesi ibadah haji.
Baca Juga : Panen Pahala di Bulan Dzulhijjah
Menanamkan Rukun Islam Kelima Sejak Dini
Kenapa sih anak usia dini sudah dikenalkan dengan manasik haji? Pihak sekolah menjelaskan bahwa memori masa kecil adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai agama.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak cuma menghafal teori, tapi langsung praktik belajar:
- Thawaf: Mengelilingi replika Ka’bah dengan tertib.
- Sa’i: Berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwah sambil tertawa ceria.
- Wukuf dan Melempar Jumrah: Belajar fokus dan mengenal simbol-simbol kebaikan.
Edukasi ini dikemas lewat metode learning by doing yang seru. Alhasil, rukun Islam kelima yang terlihat rumit bagi orang dewasa, berubah jadi petualangan spiritual yang menyenangkan buat anak-anak.
Kenapa Ini Penting? Menanamkan pemahaman ibadah haji sejak dini bisa menumbuhkan rasa cinta kepada Baitullah dan membentuk karakter religius anak secara alami, tanpa merasa dipaksa.
Kejutan di Akhir Acara: Simulasi Qurban yang Seru!
Keseruan tidak berhenti sampai di lempar jumrah saja. Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari ini, KB-TK Asy Syaffa 2 memberikan kejutan edukasi lainnya, yaitu simulasi ibadah qurban.

Sebuah prosesi pemotongan kambing dihadirkan langsung di lokasi. Eits, jangan bayangkan suasananya jadi tegang, ya! Prosesi ini dipandu dengan pendekatan yang sangat ramah anak. Melalui simulasi ini, para guru menyelipkan pesan moral yang mendalam tentang:
- Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail: Mengajarkan arti ketaatan kepada orang tua dan Allah SWT.
- Indahnya Berbagi: Mengajarkan konsep kepedulian sosial, di mana anak-anak tahu bahwa daging qurban mengalir kepada sesama yang membutuhkan.
Anak-anak pun tampak antusias sekaligus penasaran melihat jalannya simulasi qurban ini dari jarak yang aman.
Baca Juga :
Sukses dan Berkesan
Secara keseluruhan, acara hari ini sukses besar. Kolaborasi antara guru, anak-anak Playgroup, TK A, dan TK B membuat suasana begitu hidup.
Melalui kegiatan manasik dan simulasi qurban ini, KB-TK Asy Syaffa 2 berharap bisa mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan rasa empati yang tinggi sejak usia belia.
Sampai jumpa di petualangan edukasi seru berikutnya dari KB-TK Asy Syaffa 2! Mabrur barokah, ya, jemaah cilik!



