Qurban Yayasan Ihsanul Fikri 2025

Panduan Simpel Sembelih Hewan Qurban Sesuai Syariat, Biar Qurbanmu Full Barokah

Dok. Qurban Yayasan Ihsanul Fikri 2025
Dok. Qurban Yayasan Ihsanul Fikri 2025

Bentar lagi Idul Adha tiba! Buat kamu yang mungkin jadi panitia qurban atau sekadar pengen tahu gimana sih prosesi sembelih yang bener, kamu wajib banget paham adab-adabnya. Kenapa? Karena menyembelih dengan cara yang salah bukan cuma bikin hewan tersiksa, tapi bisa juga bikin dagingnya jadi kurang baik secara kualitas.

Baca Juga : Makna Qurban yang Bikin Hidup Jadi Lebih Berkah!

Ini dia langkah-langkah step-by-step yang perlu kamu perhatikan:


1. Senjata Harus “Gak Main-main” (Wajib Tajam!)

Hal pertama dan paling utama: pastikan pisau atau parang yang dipakai super tajam. Kenapa? Biar hewannya gak merasa sakit dalam waktu lama.

Adab Penting: Jangan sekali-kali mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih. Itu bisa bikin mereka stres dan ketakutan. Perlakukan mereka dengan lembut sampai detik terakhir, ya!

2. Posisi Menghadap Kiblat

Sunnahnya, hewan qurban dibaringkan di atas lambung kirinya (posisi kepala di selatan, kaki di barat) sehingga menghadap ke arah Kiblat. Posisi ini bikin proses penyembelihan lebih mudah dan nyaman bagi penyembelih yang menggunakan tangan kanan.

3. Bacaan yang Gak Boleh Ketinggalan

Jangan langsung potong gitu aja. Ada “kata sandi” penting biar prosesnya jadi ibadah:

  • Membaca Basmalah (Bismillah).
  • Membaca Shalawat Nabi.
  • Membaca Takbir (Allahu Akbar) sebanyak tiga kali dan Tahmid (Walillahil hamd)
  • Membaca doa agar qurban tersebut diterima oleh Allah SWT.

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Doa di atas dipanjatkan oleh pekurbannya. Jika penyembelih membacakan untuk orang lain yang berkurban, maka kata minni diganti dengan menyebut nama pekurbannya, misalnya min Hasan.

4. Teknik “Sekali Sret” (Tepat dan Cepat)

Proses penyembelihan harus dilakukan dengan cepat. Ada tiga saluran yang wajib putus agar hewan segera mati dengan tenang dan darah keluar sempurna:

  1. Hulqum (Saluran pernapasan/tenggorokan).
  2. Mari’ (Saluran makanan/kerongkongan).
  3. Wadajain (Dua urat leher/pembuluh darah kanan dan kiri).

Kalau ketiga (atau minimal dua) saluran ini sudah putus dalam sekali gerakan yang mantap, proses sembelih dianggap sah dan hewan gak akan tersiksa lama.

Baca Juga : Yuk Qurban Bersama Ihsanul Fikri

5. Jangan Buru-buru Dikuliti!

Dok. Qurban Yayasan Ihsanul Fikri 2025
Dok. Qurban Yayasan Ihsanul Fikri 2025

Setelah disembelih, biarkan hewan sampai benar-benar mati sempurna. Tandanya? Pastikan sudah gak ada gerakan kaki, denyut nadi berhenti, dan mata sudah gak bereaksi. Menguliti atau memotong kaki hewan saat mereka masih “setengah hidup” itu dilarang keras karena sangat menyiksa.

Mengapa Adab Ini Penting?

Selain karena perintah agama, cara menyembelih yang benar (tanpa membuat hewan stres) ternyata berpengaruh pada kualitas daging. Hewan yang stres sebelum disembelih akan menghasilkan daging yang lebih keras dan cepat busuk. Jadi, dengan mengikuti syariat, kita sebenarnya lagi menjaga kualitas makanan yang akan kita bagikan ke orang lain.


Kesimpulan: Ibadah itu Soal Kemanusiaan

Menyembelih hewan qurban adalah momen pengabdian. Dengan mengikuti tata cara yang benar, kita belajar untuk tetap punya empati bahkan di saat kita harus mengambil nyawa hewan tersebut untuk ibadah.

Sudah siap jadi panitia qurban yang pro dan syar’i tahun ini?