SAWANGAN – Komitmen untuk terus belajar ternyata tidak hanya berlaku bagi para murid. Semangat ini juga tertanam kuat di hati para pendidik. Sebagai wujud nyata menjaga kualitas bimbingan, jajaran guru Al-Qur’an di SDIT Tahfidzul Qur’an Ihsanul Fikri 2 kini mengikuti program Karantina Guru Al-Qur’an. Langkah ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen sekolah. Tidak heran, masyarakat mengenal lembaga ini sebagai sekolah dasar tahfidz quran terbaik di magelang.

Jajaran panitia merancang kegiatan intensif ini selama sepekan penuh. Agenda berjalan mulai tanggal 1 hingga 7 Juni 2026. Pihak sekolah menetapkan target yang cukup menantang. Setiap guru peserta wajib menambah hafalan baru sebanyak 1 juz!
Baca Juga : Menghafal Quran Itu Bukan Cuma Tugasnya Santri!
Fokus Penuh di Lingkungan yang Asri
Pihak sekolah sengaja memilih Masjid An-Nuur Surodadi, Wonolelo, Sawangan sebagai lokasi kegiatan. Tempat ini jauh dari gangguan rutinitas harian. Lingkungan yang tenang dan kondusif sangat membantu para guru. Mereka bisa lebih fokus mendalami interaksi bersama Al-Qur’an.
“Kami ingin para guru menjadi role model atau teladan nyata bagi para murid. Melalui karantina ini, kami berharap para asatidz dan asatidzah tidak hanya menjaga hafalan lama. Kami ingin mereka punya semangat sama dalam menambah hafalan baru,”
Ust. H. Abdul Rozak Sidik, S.Pd.I, M.Pd (Kepala SDIT Tahfidzul Qur’an Ihsanul Fikri 2)
Semangat belajar terus-menerus dari para pengajar inilah yang mengukuhkan posisi sekolah sebagai bagian dari sekolah islam terbaik di magelang.
Intip Kegiatan Harian Selama Karantina
Tentu bukan hal mudah menambah 1 juz hafalan dalam waktu 7 hari. Oleh karena itu, panitia menerapkan metode ziyadah yang terstruktur. Namun, sistemnya tetap dibuat fleksibel demi kenyamanan peserta.


Berikut adalah gambaran aktivitas harian para guru di sana:
- Fokus Hafalan Baru (Ziyadah Mandiri): Para guru mengalokasikan waktu khusus selepas salat Subuh hingga dhuha. Mereka juga memanfaatkan keheningan malam setelah salat malam untuk menghafal ayat-ayat baru.
- Murajaah Berpasangan: Sesama rekan sejawat saling menyimak hafalan di sela-sela waktu luang. Aktivitas ini terbukti efektif memperkuat daya ingat sekaligus mempererat kebersamaan.
- Taujih & Zikir Bersama: Panitia menyelingi kegiatan dengan siraman rohani (taujih) singkat. Sesi doa bersama juga digelar guna menjaga motivasi dan keteguhan niat para peserta.
Baca Juga : SD IT Tahfidzul Qur’an Ihsanul Fikri 2 Magelang: Sekolah Penghafal Al-Qur’an Terbaik untuk Si Kecil
Dengan atmosfer yang sarat nilai Al-Qur’an, pihak sekolah merasa optimis. Para guru diproyeksikan mampu mencapai target penambahan hafalan dengan matang pada hari terakhir. Lebih dari itu, program ini akan memberikan energi baru bagi para guru. Mereka siap menyambut tahun ajaran berikutnya dengan kualitas bimbingan yang semakin mantap




