Haflah Attasyakkur lil Ihtitam Angkatan III SD IT Tahfidzul Quran Ihsanul Fikri 2 Kota Magelang.

Enam Tahun Menempa Jiwa: Rayakan Kelulusan, Siswa SDIT TQ Ihsanul Fikri 2 Siap Menjadi Profesional Penghafal Al-Qur’an!

Magelang (05/24) — Riuh rendah dunia seolah melambat di Gedung Wanita Kota Magelang pagi itu. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun syahdu, menggetarkan hati setiap manusia yang hadir. Momen sakral ini menandai pembukaan Haflah Attasyakkur lil Ihtitam Angkatan III SD IT Tahfidzul Quran Ihsanul Fikri 2 Kota Magelang.

Haflah Attasyakkur lil Ihtitam Angkatan III SD IT Tahfidzul Quran Ihsanul Fikri 2 Kota Magelang.

Agenda yang bermula sejak pukul 07.00 WIB ini bukan sekadar seremoni wisuda dan perpisahan biasa. Bagi seluruh keluarga besar sekolah, momentum Haflah At Tasyakur wal Ikhtitam ini adalah sebuah ungkapan rasa syukur yang mendalam karena anak-anak telah melewati seluruh tahapan belajar mereka dengan sangat baik. Sebuah perayaan cinta, kerja keras, dan kedekatan mereka terhadap kalam-Nya.

Panitia menyambut kehadiran wali murid dengan pemutaran video Tasmi’ Akbar. Tepat pukul 07.15 WIB, duet MC Ustadzah Maylina dan Ustadzah Uswa membuka acara. Mereka langsung memandu prosesi Khotmil Qur’an yang menjadi inti dari seluruh perjuangan anak-anak.

Air Mata dan Mahkota: Apresiasi Tinggi untuk Penjaga Kalamullah

Menyaksikan anak-anak kelas 6 berdiri di atas panggung membuat dada berdesir hebat. Selama enam tahun meniti ilmu di SD IT Tahfidzul Qur’an Ihsanul Fikri 2, mereka tidak hanya mengasah logika. Mereka merelakan waktu bermain demi mendekap erat ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Allah membayar tunai peluh mereka. Di angkatan ini, para siswa berhasil menjaga hafalan minimal 2 juz. Bahkan, pencapaian luar biasa lahir dari seorang siswa yang sukses menuntaskan hafalan hingga 13 juz! Menjaga belasan juz di usia sekolah dasar adalah sebuah mukjizat kecil yang lahir dari konsistensi tingkat tinggi.

Kepala Sekolah, Bapak Abdul Rozak Sidik, S.Pd.I., M.P.d., menyampaikan rasa bangganya yang mendalam. Ibu Temmy Herminta, S.E. dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang juga melempar pujian setinggi langit. Begitu pula Bapak Yanuardi Hidayat, ST., yang mewakili wali siswa, menyampaikan terima kasih lewat untaian kalimat yang penuh haru.

Lahirnya Ekonom, Dokter dan Profesional-Profesional yang Menggenggam Al-Qur’an

Suasana semakin khidmat saat Kyai Haji Halim Wahid Adam menyampaikan sesi taujih dan doa. Beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah pajangan lemari, melainkan kompas hidup.

Kyai Haji Halim Wahid Adam menyampaikan sesi taujih dan doa

“Kita sedang menyiapkan masa depan bangsa ini. Dunia sedang krisis moral, dan kita butuh solusinya. Bayangkan, esok hari lahir para Ekonom jujur yang mengelola aset negara karena hatinya terjaga oleh Al-Qur’an. Kita butuh Dokter spesialis hebat yang menyembuhkan pasien dengan kasih sayang karena dadanya penuh ayat Allah. Kita rindu pemimpin dan insinyur amanah yang melangkah dengan tuntunan wahyu.”

Beliau mendoakan agar anak-anak Angkatan III tumbuh menjadi profesional papan atas yang tetap menempatkan Al-Qur’an sebagai panglima hidup mereka.

Air Mata di Sesi Sungkeman

Keharuan memuncak saat Ufaira Nafissatu Ihsanu Akbar melantunkan “Pesan Cinta Ananda”. Persembahan manis dari seluruh siswa kelas 6 kian menyayat hati.

Ufaira Nafissatu Ihsanu Akbar melantunkan “Pesan Cinta Ananda” untuk Orang Tua dan Guru

Pertahanan air mata semua orang runtuh ketika Ustadz Bara memandu sesi Sungkeman. Anak-anak bersimpuh, memeluk lutut ayah dan bunda mereka. Mereka seolah sedang mempersembahkan mahkota spiritual, bukti bakti terbaik seorang anak. Isak tangis pecah, pelukan hangat orang tua mengiringi doa-doa terbaik yang melesat langsung ke langit.

Setelah suasana mereda, Ustadz Rozak dan Ustadz Sholihin menyerahkan Syahadah (ijazah hafalan) kepada para siswa. Pihak Yayasan dan Komite Sekolah juga memberikan penghargaan khusus sebagai simbol penghormatan atas dedikasi tanpa lelah dari anak-anak ini.

Penutup yang Manis

Lagu nasional “Padamu Negri” menggema kuat di bawah komando Dirigen Ustadzah Hidayah. MC mengakhiri acara dengan untaian doa penutup yang menggetarkan. Sebagai memori indah, Ustadz Bara mengomandoi sesi foto bersama. Sesi ini berjalan rapi, mulai dari kelompok akhwat, ikhwan, satu angkatan, hingga momen bersalaman yang penuh kehangatan.

Selamat berjuang di jenjang berikutnya, Angkatan III SDIT TQ Ihsanul Fikri 2! Genggam erat Al-Qur’anmu, dan bersiaplah mewarnai dunia dengan profesi hebatmu kelak!

Dan terima kasih sebesar besarnya untuk segenap sponsor yang mendukung acara ini :

Baca Juga : Sekolah Penghafal Al-Qur’an Terbaik untuk Si Kecil

LIVE STREAMING HAFLAH ATTASYAKKUR LIL IKHTITAM ANGKATAN III SD IT TAHFIDZUL QURAN IHSANUL FIKRI 2