Artikel ini disadur dan dikembangkan dari tulisan serta materi dakwah Ustaz Zulkarnaen Umar.

Kalau kita ikutan patungan qurban, biasanya apa sih yang paling kita incar saat pembagian daging? Sebagian besar dari kita pasti langsung memesan bagian daging yang paling enak ke panitia. Ada yang meminta tenderloin, sirloin, paha, atau minimal iga dan buntut buat kita bikin sop atau sate di rumah.
Hal itu sah-sah saja kok, karena memang tidak ada orang yang mau meminta tanduk, kuku, atau rambut hewan qurban. Bayangkan saja, mana ada orang yang mau bikin gulai kuku atau sate tanduk, kan?
Namun, Ustaz Zulkarnaen Umar mengajak kita untuk mencermati sebuah hal unik. Rasulullah SAW justru secara spesifik menyebutkan bagian-bagian yang “nggak laku” itu dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi:
“Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.”

Nah, lewat catatan mulia dari Ustaz Zulkarnaen Umar, yuk kita bedah bareng-bareng makna mendalam di balik hadis ini biar pas menyaksikan penyembelihan nanti, jiwa kita bisa ikut bergetar!
Baca Juga : Pesan Menohok dari Rasulullah: Saat Mampu Berqurban tapi Memilih Absen
1. Mengejar Amalan yang Paling “Bikin Allah Cinta”
Poin pertama yang harus kita garis bawahi: menyembelih hewan qurban adalah amalan yang paling Allah cintai pada hari raya Idul Adha. Kita semua pasti sepakat kalau kita ini butuh banget kasih sayang dan ridha dari Allah.
Tuhan sudah memberikan kita rezeki yang lancar, menjaga kesehatan kita, dan melindungi keluarga kita dari berbagai marabahaya. Nikmat itu banyak banget, sampai kita nggak bakal sanggup menghitungnya. Jadi, mumpung ada momennya, yuk kita balas semua kebaikan itu dengan mengejar amalan yang paling Allah sukai ini.
2. Misteri Tanduk, Kuku, dan Rambut
Kembali ke pertanyaan awal: kenapa harus tanduk, kuku, dan rambut yang dibawa di hari kiamat nanti? Padahal manusia sama sekali nggak menganggap benda-benda itu bermanfaat.
Di sinilah letak keindahan nilai di mata Allah. Benda yang bagi manusia sudah tidak ada harganya lagi, ternyata memiliki nilai yang sangat luar biasa di sisi-Nya. Allah menghargai setiap jengkal fisik dari hewan yang kita korbankan dengan ikhlas. Jadi, bayangkan saja, kalau bagian yang kita buang saja bisa menjadi saksi kebaikan di hari kiamat, apalagi bagian daging lezat yang kita bagikan untuk membahagiakan orang lain?
3. “Bejana Langit” yang Menampung Darah Qurban
Ustaz Zulkarnaen Umar menuliskan sebuah perumpamaan yang indah banget tentang tetesan darah hewan qurban. Sebelum darah itu menyentuh tanah bumi, seolah-olah ada “bejana langit” yang langsung menampungnya terlebih dahulu.
Artinya apa? Belum sempat darah hewan itu membasahi rumput, ridha Allah sudah mengalir dan sampai duluan kepada orang yang berqurban. Prosesnya instan dan langsung mendapat balasan dari langit jika kita mengerjakannya dengan niat yang tulus dan bersih.
Yuk, Buktikan Iman Kita Lewat Qurban!
Melalui ulasan singkat ini, kita belajar bahwa qurban bukan sekadar ritual memotong hewan lalu membakar sate bersama teman-teman. Ibadah ini adalah bentuk pembuktian iman secara nyata, wujud kepatuhan total kita, dan cara kita mencintai apa yang Rasulullah cintai.
Selain itu, saat kita membagikan daging qurban, kita sedang menularkan kebahagiaan ke dapur saudara-saudara kita yang mungkin jarang banget makan daging mewah dalam setahun. Konsepnya sederhana: saat kita memudahkan urusan orang lain, Allah berjanji akan memudahkan segala urusan hidup kita. Plus, Allah juga berjanji akan menambah nikmat-nikmat-Nya bagi siapa saja yang pandai bersyukur.
Baca Juga : Cek 5 Sunnah Berkurban Ini Sebelum Kamu Berkurban!
Bagaimana, makin mantap kan buat menyisihkan rezeki untuk qurban tahun ini? Yuk, jangan ragu lagi, siapkan qurban terbaikmu sekarang!




