Idul Adha 2026 sudah di depan mata! Udara pagi di Magelang mulai terasa lebih sejuk, menandakan bulan Dzulhijjah segera menyapa. Berkurban memang bukan sekadar urusan memilih hewan yang paling gagah atau besar, tapi juga soal menghidupkan sunnah agar pahala kita makin maksimal.

Banyak orang mengira ibadah qurban selesai begitu kita membayar hewan ke panitia. Padahal, ada deretan “booster” pahala berupa sunnah-sunnah yang bisa Kamu lakukan sendiri. Yuk, simak cara mengoptimalkan ibadah qurban Anda dengan mempraktikkan sunnah-sunnah berikut ini!
Baca Juga : Jangan Sampai Niat Baik Berujung Kecewa! Ini 5 Cara Jitu Pilih Tempat Penyaluran Qurban yang Amanah!
1. Tahan Dulu Keinginan ke Barbershop!
Bagi kamu yang sudah memantapkan niat untuk berkurban (shahibul qurban), Rasulullah SAW menganjurkan agar kamu tidak memotong rambut dan kuku begitu memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga penyembelih menyelesaikan penyembelihan hewan kurbanmu.
Tahan dulu keinginan untuk merapikan kumis atau memotong kuku selama beberapa hari ini. Sunnah ini bertujuan agar seluruh anggota tubuh kita mendapatkan pembebasan dari api neraka. Tenang saja, ini hanya sebentar, kok! Begitu penyembelihan selesai, Kamu bebas tampil rapi kembali.
“Jika masuk bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.”
(H.R. Muslim)
2. Tunda Sarapan Sejenak
Berbeda dengan Idul Fitri yang menyunnahkan kita makan sebelum shalat, pada Idul Adha justru sebaliknya. Tunda sarapanmu sampai selesai melaksanakan shalat Idul Adha.
Rasulullah SAW biasanya tidak makan sampai beliau kembali dari shalat dan memakan sebagian dari hati hewan qurbannya. Jadi, biarkan perut sedikit kosong supaya nanti masakan daging qurban pertama Anda terasa jauh lebih nikmat dan penuh keberkahan!
3. Hadiri dan Saksikan Proses Penyembelihannya
Jika Kamu tidak bisa menyembelih sendiri, pastikan hadir dan menyaksikan saat hewan qurbanmu disembelih. Kehadiranmu bukan hanya untuk memastikan administrasi aman, tapi merupakan bentuk syiar dan pengagungan terhadap syariat Allah.
Rasulullah Saw. Bersabda, “Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah, ‘Sesungguhnya salatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Swt., Rabb alam semesta”.
(H.R. Abu Daud 2810 dan At-Tirmizi 1521).
Bagi Kamu yang menitipkan qurban melalui IFI Peduli, Kami mengundangmu untuk berkunjung langsung ke lokasi penyembelihan di kompleks pendidikan Ihsanul Fikri Kota Magelang. Melihat darah qurban mengalir sambil merapalkan doa adalah momen spiritual yang sangat dalam dan menggetarkan hati.
4. Menghidupkan Zikir dan Basmalah
Saat proses eksekusi, pastikan bacaan “Bismillahi Wallahu Akbar” berkumandang dengan jelas dan lantang. Selain itu, Rasulullah SAW juga mensunnahkan untuk membaca doa agar Allah SWT menerima kurban tersebut.Hal ini menandakan bahwa kita menyadari sepenuhnya bahwa hewan tersebut adalah rezeki dari-Nya.

Baca Juga : Panduan Simpel Sembelih Hewan Qurban Sesuai Syariat
Mengapa Kamu Harus Mengucapkan (Niat/Basmalah) dengan Jelas?
- Menjaga Kehalalan: Menyebut nama Allah adalah syarat mutlak. Jika sengaja ditinggalkan, status daging bisa menjadi syubhat atau bahkan haram bagi sebagian pendapat ulama.
- Menenangkan Hewan: Suara zikir yang lembut dan mantap secara psikologis menciptakan suasana yang lebih tenang daripada teriakan atau kegaduhan.
- Syiar Islam: Suara takbir yang menggema di area penyembelihan menciptakan suasana Idul Adha yang kental dan mengingatkan semua orang yang hadir bahwa ini adalah ibadah sakral.
Tips Tambahan: Jika kamu menyembelih sendiri, pastikan dirimu mendengar suaramu sendiri dengan jelas. Jika kamu hanya menyaksikan, kamu juga boleh melafalkan zikir dan takbir di dalam hati atau dengan suara lirih agar suasana tetap khidmat.
5. Alokasikan Sepertiga Bagian untuk Diri Sendiri
Siapa bilang shahibul qurban tidak boleh makan dagingnya? Justru sunnahnya adalah mengambil sepertiga bagian untuk dikonsumsi bersama keluarga.
Dalam Q.S. Al-Hajj: 28, Allah Swt berfirman, “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
Dan dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan lafaz, “Makan, simpan, dan bersedekahlah kalian (dari kurban kalian).” (H.R. Muslim: 1971).
Sedangkan sisanya, bagikan sepertiga untuk hadiah (teman/kerabat) dan sepertiga lagi untuk sedekah (dhuafa). Dengan memakan bagian dari qurban sendiri, Kamu secara aktif ikut merasakan nikmat dan syukur atas rezeki yang Allah berikan tahun ini.
Sempurnakan Ibadah, Raih Berkah Melimpah Bersama IFI Peduli!
Ibadah qurban adalah tentang ketaatan dan rasa syukur. Menjalankan sunnah-sunnah di atas akan membuat pengalaman berkurbanmu di tahun 2026 ini terasa lebih bermakna dan tidak sekadar rutinitas tahunan saja.
Sudah siap mempraktikkan sunnah qurban bersama IFI Peduli tahun ini? Kami memastikan seluruh proses penyembelihan di IFI Peduli berjalan sesuai syariat dan adab yang dicontohkan Rasulullah SAW, sehingga Anda bisa fokus meraih pahala terbaik



